Untuk mewujudkan misi yang telah ditetapkan, salah satu kondisi yang harus disiapkan (diadakan) adalah “adanya sistem organisasi yang mapan”. Oleh karena itu, dalam kepengurusan Herbert-Deddi, hal tersebut menjadi salah satu agenda yang akan berusaha diwujudkan dan hasilnya dapat dirasakan di akhir kepengurusan (tahun 2011). Tentu saja, hal tersebut tidak semudah membalik telapak tangan, dibutuhkan tahapan-tahapan dan pilihan yang tepat atas berbagai alternatif cara yang ada.
Secara umum, agar agenda “sistem organisasi yang mapan” dapat diwujudkan terdapat beberapa kondisi yang harus kita ciptakan/capai, antara lain: adanya sekretariat yang operasional, adanya sistem & prosedur yang jelas, dan juga penegasan badan hukum ikastara.
Ini baru pasangan yang komplit…
Herbert-Deddy adalah fusion dari 2 angkatan,
2 profesi, 2 agama yang berbeda…
Tapi punya tujuan yang konkrit dan terukur untuk memajukan Ikastara sbg wadah alumni…
Tujuan yang satu yg ditopang kebersamaan
Donny Yuliardi
Karyawan Swasta di Jakarta
Sampai saat ini, saya melihat bahwa Bang Herbert, Bang Deddy dan tim pendukungnya adalah tim yang paling siap dalam proses pemilihan pengurus baru PP Ikastara.
Visi dan misi yang ditawarkan cukup mudah dipahami dan sesuai dengan apa yang diharapkan dari sosok alumni SMU/SMA Taruna Nusantara. Meskipun melahirkan pemimpin bangsa bukanlah tujuan akhir dibentuknya SMU/SMA kita, kontribusi alumni sebagai organisasi kepada masyarakat akan lebih terasa bila Ikastara mampu melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa.
Program kerja yang ditawarkan konsisten dengan misi yang akan dicapai. Di samping itu, kandidat dan tim berani untuk menyantumkan target yang terukur dalam jangka waktu yang terbatas. Saya percaya tim sudah menyiapkan mekanisme pencapaian target-target tersebut.
Sudah saatnya Ikastara menjadi organisasi yang lebih profesional.
Sudah saatnya anggota Ikastara berkeinginan untuk lebih aktif dalam organisasi alumni ini bukan karena didorong, tapi karena tertarik.
Semoga sukses buat Bang Herbert, Bang Deddy, dan Tim.
Bahar Riand PASSA
Senior Analyst sebuah perusahaan hedge fund di Singapore
Saya pribadi sangat interest dan mendukung dengan visi berikut misinya. Dalam sebuah milis “panas”, pernah saya lantunkan melodi yang senada. Analoginya waktu itu dengan gambaran 100 orang 10-15 tahun ke depan, sebagai berikut (tanpa melihat urutan) :
- 10 orang bidang hukum
- 10 orang bidang ekonomi
- 10 orang bidang pertahanan
- 10 orang bidang keamanan
- 10 orang bidang pendidikan
- 10 orang bidang budaya
- 10 orang bidang kesehatan
- 10 orang bidang teknologi
- 10 orang bidang kepemudaan dan olah raga
- 10 orang bidang lain-lain
100 orang tadi memiliki visi yang sama, yaitu visi nasional membangun Indonesia, sehingga dalam setiap pergerakannya, di setiap bidang masing2, tidak melenceng dari tujuan akhir yang ingin diraih. Dashyatnya, 100 orang ini berkolaborasi dalam sebuah jaringan yang sama, sebut saja jaringan kebangsaan.
Dalam sebuah jaringan, menurut saya, tidak mempedulikan apapun latar belakang profesi, politik, ras-agama, dll. masing2 anggotanya/ pengawaknya, yang penting jelas visinya sama, tercermin dari bagaimana aktualisasi ekspresinya dalam bidangnya. Dan namanya jaringan, akan semakin meluas.
Tiap-anggotanya mengamati lingkungannya, siapa2 yang cocok terekrut dalam jaringan kebangsaan ini, sekali lagi tanpa melihat latar belakang tetek bengek tadi, direkrut. Yang tidak cocok, ditinggalkan. Dan sekalipun yang sudah ada di dalam jaringan lantas visinya menjadi berbeda disimpulkan dari indikasi dan simpulan yang terkoordinasi, dibuang.
Dari mimpi ini, saya lemparkan pertanyaan pada diri sendiri. Akankah ikastara mengawali jaringan kebangsaan yang seperti ini? Dan saya berandai, seandainya ya!
…tidak mustahil akselerasi kemajuan Indonesia masih sempat kita rasakan…10-15 tahun ke depan.
Mangapa angka itu yang muncul? parameter usia kita, usia kematangan produktivitas dan optimalisasi kiprah di bidangnya, berjenjang, terdukung terus oleh generasi2 ikastara berikutnya.
Ok, visi mulia bagi Indonesia dengan misi jaringan kebangsaan…dengan bangga dan penuh doa, dengan segala keterbatasan berikut apa2 yang bisa saya lakukan..SAYA DUKUNG!
MotoGP punya Rossi
The Doctor TN jg punya!
Gitaris, chessmaster, SpOG
Dan yg lebih hebat, ga sombong!
Vote The Doctor!
Star Trek punya Dr Spock
TN punya Dr SpOG 336
Vote The Doctor SpOG!
Udah dua serendipity nih!
Tanda2 alam semesta kah?
Chandra W. Assajjad
Di antara sekian orang yang sudah mulai apatis terhadap ikastara, ternyata masih ada orang seperti Bang HeDe yang concern terhadap kelangsungan hidup ikastara.
Saya secara pribadi mendukung Bang HeDe untuk menjadi the next ikastara leader. Mudah-mudahan jika terpilih nanti, visi-misinya bisa terealisasi, menjadikan ikastara lebih dinamis dan mampu mengakomodir anggotanya yang ga cuma didominasi kaum lelaki.
Regards,
-Corinna-
Ls&Gs,
In my deepest and humble opinion, the two candidates i.e. Bro Herbert & Deddy are of the great men. In fact Bro Herbert was one of my fave brother when I was in the high school. While Deddy, no two doubt about it, he has achieved what other people want to achieve at his age. He is a Director of his own company, has his own vision and work towards that and well, he is a father of 2 kids. Brother Herbert on the other hand, he is at least to my own perception a man of his word. He has his own wisdom and target of life and indeed work toward that. In fact, as a leader, the quality of being a ‘Man of his word’ is really a DISTINCT quality.
That’s why Ls & Gs, I personally support this two candidate and do hope you all will support them as well.
From the deepest opinion of ex-Ikastara65 2nd President, Singapore.
Babeh
Visi : Kami memaknai visi sebagai kondisi yang diinginkan dalam 15-20 tahun ke depan.
Sebelum menetapkan pernyataan visi ini, dasar pemikiran kami adalah sebagai berikut :
Dalam mukadimah Anggaran Dasar Ikastara tertulis :
SMA Taruna Nusantara merupakan lembaga pendidikan yang diikhtiarkan untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk membawa bangsa dan negara Indonesia mencapai tujuannya yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sehingga diharapkan ke depan alumni SMA Taruna Nusantara bersama komponen bangsa lainnya dapat berkiprah dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.
Dalam kerangka menjaga sinergitas, kesatuan dan komitmen bersama menuju tujuan di atas maka seluruh alumni SMA Taruna Nusantara mengintegrasikan diri dalam satu wadah Ikatan Alumni Taruna Nusantara
Dalam prasasti pendirian SMA TN dituliskan :
Kampus SMA TarunaNusantara, dipersembahkan bagi masa depan bangsa dan negara.
Dalam Pasal 5 Anggaran Dasar ikastara tertulis salah satu tujuan Ikastara didirikan :
2. Mewujudkan janji alumni SMA/SMU Taruna Nusantara.
Dari ketiga referensi di atas, maka pernyataan visi kami adalah :
Lahirnya Pemimpin-pemimpin bangsa dari alumni SMA Taruna Nusantara
Read the rest of this entry »
Kalau di Jawa Barat, HADE sudah menang, sekarang saatnya HEDE (Herbert & Deddi) menang di Ikastara
Baik Bang Herbert (sebagai dokter kandungan, dsb) maupun Deddi (sebagai dosen, akuntan, dirut perusahaan) memiliki track record yang tidak diragukan lagi, dan masing2nya sudah memiliki kontribusi nyata terhadap masyarakat. CV Bang Herbert & Deddi bisa disimak di http://ikastarabergerak.wordpress.com/
Track record inilah yang patut kita hitung, karena mereka yang sudah memiliki track record yang real ini sudah memiliki “bukti” akan kapabilitas mereka.
Deddi yang sekarang menjabat sebagai Ka Litbang PP Ikastara berjuang keras di tengah stagnasi Ikastara. Beliau berjuang, mencoba melakukan terobosan walaupun sendirian (karena Ikastara memang sepi partisipasi).
Sebagai orang dalam PP Ikastara, saya yakin beliau tahu betul apa saja yang menjadi masalah Ikastara sehingga “jalan di tempat” seperti saat ini. Sudah saatnya muncul “Messiah” bagi Ikastara, dan saya yakin, pasangan Bang Herbert & Deddi bisa menjadi PENYELAMAT IKASTARA.
Sekian pesan politik saya. Harapan saya adalah Ikastara bisa menjadi rumah yang benar-benar “rumah” bagi segenap alumni, dan tidak hanya sekedar nama yang kita sendiri kadang merasa asing dengannya. Jadilah Ikastara sebagai kekuatan persaudaraan yang kini maupun kelak dapat menjadi roda penggerak bagi kemajuan bangsa Indonesia.
KAZ
Pegawai Swasta
Recent Comments